Komitmen – Satu Kata untuk Menjadi Seorang Penulis Yang Baik dan Lebih Baik Lagi

Saya yakin Anda ingin menjadi seorang penulis yang baik dan lebih baik lagi. Begitupun juga saya.
Itu sebabnya saya sangat menggemari kegiatan membaca, mulai dari buku hingga postingan artikel dan berita di Internet – semua hanya untuk satu tujuan, membuat saya menjadi seorang penulis yang baik dan lebih lebih baik lagi. Saking banyaknya, bila baterai di smartphone saya dapat bicara, mungkin dia akan mulai menangis, memohon pada tuannya, “Tolong, tolong tancapkan charger-ku … sudah mau habis niih…”

Saya telah banyak mengkonsumsi artikel tentang cara menulis di level menengah keatas, level advance, karena saya ingin belajar dan meningkatkan skill menulis. Saya sudah membaca dan mempraktekkan semuanya.

Saya sudah mencoba menulis artikel dengan kertas dan alat tulis, juga mengeditnya. Secara teori sih terlihat hebat, namun dalam prakteknya, ini adalah cara yang panjang dan membutuhkan waktu. Lalu, saya kembali menggunakan komputer, mengetik dengan Microsoft Word atau langsung ke halaman blog yang saya miliki.

Apakah ada metode lainnya? Banyak. Saking banyaknya mungkin bisa membuat Anda bosan, namun tenang, saya tidak akan melakukannya.

Sebagai alternatifnya, saya hanya akan menawarkan Anda satu kata yang ada diatas level dari skill menulis. Ada yang tahu apa kata tersebut? Benar kata tersebut adalah …

Komitmen.

Wait, Tunggu! Sebelum Anda memutuskan untuk menutup halaman ini, beri saya waktu 5 menit saja untuk menjelaskan tentang apa yang saya maksudkan, karena ini bukan hanya sebuah nasehat untuk meningkatkan skill menulis menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Benar, nasehat yang satu ini adalah intisari dari setiap mahakarya yang pernah saya baca.

Komitmen, Sama Artinya Dengan Memberikan Seluruh Waktu Anda

Boleh tanya, seberapa besar sih komitmen Anda untuk menjadi seorang penulis yang baik dan lebih baik lagi? Apa saja hal yang siap Anda korbankan untuk hal tersebut?
Kenapa? Karena menulis itu membutuhkan waktu.

Hal ini akan menghabiskan waktu Anda. Malam hari atau bahkan akhir pekan Anda. Tidak bisa nongkrong dan hangout bersama teman-teman, bahkan terkadang, tidak bisa meluangkan waktu bersama keluarga. Duh.

Jika Anda berniat menjadi Full Time Writer, ingatlah hal ini, Anda tidak akan berhasil hanya dengan duduk di depan komputer Anda, menulis saat pagi hari, lalu meninggalkan pekerjaan Anda begitu saja.

Anda harus memiliki komitmen untuk memberikan seluruh waktu Anda untuk menulis. Jangan kira Anda bisa membuat artikel dalam satu jam dan menyebutnya dalam sehari. 1 jam tidak bisa disebut sebagai komitmen – tidak sama sekali! Tanyakan pada penulis-penulis terbaik, bahkan seorang J.K. Rowling pun membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan buku Harry Potter pertamanya. Tanyakan pada siapa pun, yang terbaik akan memberi tahu Anda bahwa menulis membutuhkan waktu.

Ini adalah komitmen pertama yang harus Anda buat jika Anda ingin menjadi penulis yang baik dan lebih baik lagi.

Komitmen, Sama Artinya Dengan Memiliki Rencana

Jika Anda ingin menjadi seorang penulis yang mendapatkan feedback positif, maka Anda membutuhkan manajemen yang baik. Anda memerlukan strukturnya untuk bisa sukses.
Untuk sukses, Anda akan memerlukan rencana.

Penulis yang baik melakukan pekerjaan mereka dengan cerdas, misalnya dengan menggunakan tool seperti Trello untuk membuat rencana dan melihat hasil karya penulisan mereka. Penulis yang baik itu membutuhkan gagasan dan konsep yang terus mengalir dan berkembang sebelum mengeditnya. Benar, para penulis terbaik memiliki proses dan cara untuk menerbitkan dan mempromosikan karya-karya mereka.

Itu semua memerlukan waktu. Jadi, bekerjalah dengan cerdas.

Kelompokkan semua inti penulisan. Hampir setiap artikel menjelaskan bagaimana cara memisahkan berbagai tahapan proses penulisan ke dalam tugas-tugas yang dikelompokkan. Alih-alih menghasilkan ide, menuliskan hal tentang itu dan mengeditnya, pisahkan mereka.

Gagasan – Gunakan waktu luang Anda untuk menghasilkan gagasan. Bertukar gagasanlah dengan orang lain, luangkan waktu untuk meneliti gagasan-gagasan tersebut.

Tuliskan – Di waktu selanjutnya, tuliskanlah. Tuliskan secara cepat, abaikan meski melihat tulisan Anda jelek, lupakan tentang ejaan yang benar, yang penting tulis saja. Ini adalah cara yang sempurna untuk mengeluarkankan gagasan-gagasan yang hanya berputar-putar di kepala Anda dan menjadikannya kalimat. Tidak apa jika dianggap ngelantur.

Edit – Yes, pengeditan adalah pekerjaan yang sangat penting selanjutnya, dan sama, pekerjaan ini juga membutuhkan waktu. Bacalah kembali apa yang telah Anda tuliskan, hapuskan kata-kata yang tidak sesuai dalam artikel yang Anda buat.

Sebagian besar dari kita tidak memiliki uang lebih untuk membayar seorang editor. Jadi, buatlah itu sebagai tugas tambahan terpisah. Keluarkan buku kamus bahasa yang Anda miliki, periksa semua ejaan dan editlah agar tulisan Anda menjadi lebih sempurna.

Semua ini membutuhkan komitmen. Komitmen untuk membuat sebuah rencana dan menjalankannya. Dibutuhkan disiplin yang tinggi untuk membuat dan mengerjakan rencana yang Anda buat. Namun, tak diragukan lagi, ini adalah hal yang sangat penting bagi seorang penulis.
Ini adalah komitmen kedua yang perlu Anda bangun untuk menjadi penulis yang baik dan lebih baik lagi.

Komitmen, Sama Artinya Dengan Mencoba dan Mencoba Lagi

Anda mungkin sudah memiliki manajemen waktu yang baik dan berdedikasi. Namun bisakah Anda hidup dengan kegagalan? Saya harap YA, karena apa? karena Anda akan mengalami kegagalan lebih banyak dari saat Anda berhasil.

Anda mungkin akan mengalami stuck atau ‘macet’ saat menulis artikel, artikel hilang, merasa tidak punya pembaca, Headline atau judul yang tidak menarik dan banyak tetek bengek lainnya. Hal ini akan terjadi lebih banyak dari apa yang mungkin bisa Anda bayangkan. Lalu, bagaimana cara Anda mengatasinya?

Anda harus berkomitmen untuk mencoba dan mencoba lagi. Anggap saja menulis adalah sebuah praktek latihan secara terus menerus. Setiap Anda menerbitkan postingan artikel, Anda akan mendapatkan kesempatan lain untuk melihat tulisan Anda yang berhasil dan tidak. Belajarlah dari sana.

Ini adalah hal penting yang perlu Anda pelajari. Jika Anda tidak mencoba dan mencoba lagi maka Anda tidak akan pernah membuka diri untuk komitmen yang satu ini. Mereka adalah sebuah batu loncatan untuk menjadi penulis yang lebih baik dan lebih baik lagi. Dan coba tebak? Inilah yang dimaksud dengan artikel kali ini.

Ini adalah komitmen ketiga yang perlu Anda buat untuk menjadi seorang penulis yang baik dan lebih baik lagi.

Akhir Kata Tentang Komitmen

Tiga komitmen yang saya sebutkan adalah dasar untuk menjadi seorang penulis yang baik dan lebih baik lagi. Seorang penulis hebat takkan terlahir tanpa adanya komitmen.

Komitmen membuat para penulis dan editor untuk tetap menulis. Saat mereka mengalami kegagalan, mereka akan tetap memiliki komitmen untuk tetap berkarya, untuk tetap menulis.
Tanpa komitmen, Anda tidak akan pernah menjadi penulis yang baik dan lebih baik lagi. Anda akan terjebak di belakang karya gagal terakhir Anda, atau yang lebih buruk, bahkan tidak melakukan apa yang telah Anda rencanakan. Anda akan hancur.

Lagipula kenapa Anda membaca ini hingga selesai, ini kan yang Anda inginkan – menjadi seorang penulis yang baik dan lebih baik lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *